Violin dan Viola

By Request, terima kasih kepada Dita yang sudah memberikan ide topik untuk tulisan hari ini.

Sebenernya untuk soal teori musik dan instrumentasinya secara detil saya nggak jago-jago amat. Memainkan dua alat musik ini juga belum bagus-bagus amat. Basic saya memang violin, baru belajar (lumayan) serius pas kuliah tingkat I dimana baru punya kesempatan buat les dan lulus ujian grade I, setelahnya belajar sendiri atau minta diajarin teman-teman di ISO (ITB Student Orchestra) sambil sesekali mencoba kesempatan ikut konser-konser kecil. Untuk viola sendiri, saya baru mulai pegang + belajar baca partiturnya bulan januari 2011 yang lalu setelah sebelumnya vakum dari ISO untuk sementara karena tuntutan kuliah dan organisasi lain.

Memang faktanya, banyak orang yang nggak tahu apa itu viola atau dikiranya viola itu ya biola yang banyak dan biasa dimainkan orang. Agak rancu sebenernya kalau dalam bahasa indonesia. Tapi, mari kita buat jelas. Yang dimaksud biola biasa, dalam bahasa inggris itu disebutnya violin. Sementara viola itu, istilah indonesianya ‘biola alto’. Beberapa perbedaan yang jelas:

  1. Ukuran
    Sekilas, kalau melihat orang bermain atau dari gambar, nggak akan terlihat dengan jelas perbedaannya. Karena violin pun macam-macam ukurannya ada yang 4/4 (paling besar), 3/4, 1/2,, 1/6, dst. Dari segi bentuk pun viola sangat mirip dengan violin. Tapi, viola itu lebih besar dari violin yang paling besar (4/4). Paling kecilnya aja sekitar 40cm, sementara biola 4/4 sekitar 35an. Akan sangat terasa kalau sudah coba dimainkan, apalagi yang tadinya terbiasa main violin. Pasti akan terasa lebih besar, jangkauan antar notnya pun jadi lebih lebar.

    violin (kiri) dan viola (kanan)

  2. Senar
    Viola punya 1 senar di bawah senar terendahnya biola. Senarnya masih tetap ada 4 buah, seperti violin. Tapi di viola, tidak ada senar E seperti di violin. Jadi, mudahnya, kalau violin itu punya senar (dari terendah – tinggi) G D A E, di viola itu C G D A (tanpa E). Makanya kalau di biola, awal-awal belajar biasanya main di tangga nada G mayor dulu. Sementara kalau di viola, lebih mudah main dari C mayor.
  3. Suara dan Tonal Range
    Karena viola punya senar C dan nggak punya senar E, range suaranya juga jadi lebih rendah dan berat dibandingkan violin yang suaranya tinggi dan ringan. Sebenarnya, di viola juga bisa main sampai 3 oktaf lebih dikit, tapi memang secara teknis lebih sulit dari violin. Ukurannya yang lebih besar membuat jarak antar notnya semakin besar. Senarnya juga lebih sulit untuk ditekan.
  4. Clef + Cara baca partitur
    Nah, ini yang membuat sebenarnya viola itu lebih dari sekedar ‘bigger violin’. Di violin, kita main di kunci G alias treble clef.

    treble clef

    treble clef menunjukkan dimana kita harus menempatkan si not G (yaitu pas garis yang memotong tengah2 lingkaran) dan dijadikan patokan untuk not-not lainnya. Treble clef  umum dipakai untuk memainkan banyak alat musik lain misalnya flute, oboe, saxophone, clarinet, dll. bahkan di piano pun ada. Memang, kunci ini sangat populer dan familiar. Nah, kalau viola, kita nggak menggunakan treble clef. Viola menggunakan Alto Clef, atau biasa disebut kunci C.

    pada alto clef, garis yang memotong bagian tengah clef itu dimana kita harus meletakkan not middle C, yang nantinya akan dijadikan patokan untuk not-not lainnya. Tentunya, cara membaca not yang menggunakan treble clef nggak sama dengan not yang menggunakan alto clef karena patokan mereka berbeda. Ini juga yang membedakan letak open strings pada partitur viola dan violin. Alto clef tidak terlalu umum, tidak seumum treble clef, makanya banyak yang bingung dengan cara membacanya. Atau bahkan tidak tahu kalau kunci C itu ada.

Kalau perbedaan utamanya, kira-kira begitu. Ada beberapa Frequently Asked Question juga nih. Tapi jawabannya sebenarnya relatif, bisa berbeda untuk setiap orang tergantung latar belakang dan pengetahuannya. Akan coba dijawab menurut pandangan dan pengalaman saya :D

Mana yang lebih susah, violin atau viola?
Sebelum dijawab yang mana yang lebih susah, sebenernya dua-duanya susah! hahah… ya, pada dasarnya yang namanya belajar strings apalagi yang nggak ada fret-nya itu emang tantangan tersendiri, mulai dari nadanya nadanya yang superfals sampe posisi dan teknik-teknik yang bikin tangan keriting. Kalau seperti saya, yang awalnya belajar violin, pas pindah ke viola itu pitchnya jadi kacau banget. Selalu nadanya kerendahan. Karena ya memang viola jaraknya lebih jauh, lebih gede. jarinya harus lebih dilebarin. Masalah penyesuaian secara fisik sih.

Tapi problem lainnya yaitu baca partitur dengan alto clef. Karena sebelom belajar biola saya pernah belajar piano, nggak terlalu sulit pas baca partitur violin. Tapi di partitur viola, rupanya segalanya berbeda. Sampai bulan pertama, saya selalu salah baca not. Yang di partitur violin dengan treble clef itu harusnya F dan bukan open string, di viola dengan alto clef itu adalah D dan open string, dan sebagainya. Bahkan suka salah sebut kalo sama orang yang ngajarin saya nanya itu not apa XD. Akhirnya saya buatlah catatan sendiri untuk memudahkan baca partitur viola, terutama patokan-patokan dimana letak open strings. Lama-lama, seiring waktu dan seringnya berlatih, akhirnya akan terbiasa juga. Bahkan, saya jadi merasa kalau baca part viola itu lebih mudah daripada baca part violin terutama di nada-nada tinggi. Faktor lainnya, mungkin karena waktu latihan viola itu saya murni belajar pake partitur tanpa denger dulu lagu aslinya kayak gimana, trus dipaksa sight reading. Jadi menuntut untuk tahu betul itu not apa. Kalau waktu belajar violin dulu, sungguh kebiasaan jelek saya adalah, lebih suka menghafal nada ketimbang sight reading. Makanya sight reading violin saya buruk banget, cuma bisa yang gampang-gampang doang (tapi kalau disuruh baca pelan-pelan sebagai patokan teknik, masih bisa, meski ujung-ujungnya secara ga sadar pasti dihafalin juga).

Setelah sekian bulan main viola untuk konser kemarin, saya beralih lagi ke violin. Karena waktu main viola terbiasa bersusah payah menggunakan jari 4 alias kelingking saya yang pendek ini, pas main violin lagi, rasanya jadi lebih mudah menjangkau not-not yang butuh dimainkan dengan jari 4. Lucunya, itu pitch saya di violin jadi kacau lagi. Kali ini, setiap notnya ketinggian. Jadi harus disesuaikan lagi. Paling, sulitnya kalau pindah dari violin/viola vice versa, di fingering dan baca part. Tergantung kebiasaan juga.

Mendingan belajar violin ato viola?
Kalau yang ini sih, tergantung preferensi. Saya sih awalnya belajar violin itu karena suka dengerin orang main violin. Kayaknya seru kalo bisa main violin. Yaudah deh saya blajar main violin. Waktu itu saya nggak tahu banyak tentang viola. Barulah, ketika saya masuk ISO dan lebih mengenal keragaman alat musik, saya tertarik sama viola karena suaranya bagus banget. Tapi, setahu saya yang main viola itu jarang banget. Entahlah, tapi kebanyakan orang cenderung memilih belajar violin ketimbang viola. Karena itu juga, kompetisi buat mendapatkan posisi pemain violin sepengalaman saya itu agak-agak ketat apalagi kalo udah melebihi kuota, pasti bakal ada semacam seleksi. Ya semua orang pingin main di konser, tapi terus rata-rata milih violin. Sementara untuk viola, biasanya malah kurang orang (karena itu juga saya memutuskan untuk main viola aja di konser kemarin. Daftar telat, harusnya uda gabole ikutan, tapi mengisi kekurangan orang -,- )  bahkan di ISO pun adanya latihan rutin violin dengan peserta yang berjibun… latihan rutin violanya nggak ada. hiks.

Yang jelas, dalam orkestra viola tetap dibutuhkan. Cuma peminatnya jauh lebih sedikit dari violin (terbukti, yang tahu bedanya violin dan viola pun nggak banyak kan). Kenapa ya? apa karena violin lebih bisa dimainkan dengan lincah, cepat, dan keren? Tapi rasanya viola juga bisa seperti itu.. walau kalo menurut preferensi pribadi, saya justru suka suara viola itu karena lebih rendah dan anggun. Bagi yang memang tertarik untuk belajar viola terlebih dahulu, mungkin bisa jadi motivasi, bahwa posisi viola adalah posisi yang penting dengan jumlah peminat yang sedikit, sehingga peluang main di orkes lebih besar. Tapi mungkin akan menghadapi banyak kendala, misalnya pengajar viola yang susah dicari ketimbang violin.
Tidak ada yang salah, manapun yang dipelajari duluan. Mau dua-duanya juga boleh. Selama kita senang dan menikmatinya :)

Lebih suka mana, violin ato viola?
Hmm… saya suka dua-duanya, dan pingin bisa bagus di dua-duanya hehehee. Masing-masing punya karakteristiknya sendiri sih. Meski sejak waktu konser kemarin saya jadi lebih condong ke viola, tetap nggak bisa melupakan violin. Dan setiap kali ketemu viola, hasrat main viola-nya muncul lagi. Jadi seperti mendua gitu. Cuma karena saya nggak punya viola, adanya violin, jadi setelah konser dan viola pinjeman dibalikin, latihannya violin lagi.

Kalau untuk konser ato orkes, entah mengapa saya sih lebih condong ke viola. Mungkin karena opportunity-nya yang lebih besar untuk jadi pemain, dan biasanya, kalo viola itu nggak terlalu main melodi yang susah-susah ato cepet-cepet dengan posisi keriting kayak di violin, tapi juga nggak terlalu bass kayak cello atau contrabass. Jadi di tengah-tengah lah. Mungkin untuk beberapa orang merasa posisi viola nggak begitu menantang, tapi kalo saya sih cukup menikmatinya. Sebetulnya saya suka suara cello juga, tapi fingering cello agak sulit buat saya. Jadi yasudah, viola saja hehe. Kalau untuk main sendiri, saya suka violin. Karena lebih banyak resource tersedia untuk violin. Nyari resource viola itu susah banget, baik video maupun partitur. bahkan di youtube, video orang main viola pun nggak sebanyak video orang main violin.

Tentang silentknight20

I am a knight with a thousand of faces..

Posted on Mei 12, 2011, in ISO, My Life, Uncategorized. Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. wah…terima kasih buat artikelnya.. jadi tahu nih perbedaannya violin ama viola.. :D

  2. Hehehehheeee….nuhun pisan infonya….
    Saya lg belajar violin. Suatu waktu senar e serig putus kalo disetel. Jadi saya turunkan jadi c g d a….suaranya jadi rendah tp garang2 sopan ;p senar jd g pernah putus…..lumayan saya ga serius kok hanya untuk brlajar dan menikmati musik. Basic saya keyboard n guitar.
    Salam kenal
    Bonar_sorong ijb

    • iya tuh senar e emang sering putus, jadi mesti ati2, tergantung senar dan cara masangnya juga. saya juga cuma buat hobby saja kok. dulu basic piano, tapi cuma sebentar. gitar juga cuma bisa sedikit hehe

  3. Rahmi Dwi Kartika

    Halo..

    saya pilih viola deh
    saya juga lg belajar viola di mahawaditra UI
    kamu anak ISO ya?
    salam kenal :)

    uwi

    • haloo salam kenal juga *uihhh udah lama nggak buka blog*
      waaaw ada anak mahawaditra ui. kenal mas bowie ga pemain timpani?
      iya saya anak ISO 2008. kapan nih mahawaditra sama ISO main bareng? hhe

      • Rahmi Dwi Kartika

        akhirnya dibalas juga hehe
        tentu saja kenal..sepertinya mas bowo terkenal di berbagai orkestra :P

        yuuk,,mudah2an ga cm wacana tp bisa jd kenyataan bs main bareng. amin :)

        anw, beberapa bulan lalu temen2 ISO main ke UI. kakak ikutan juga kah?

  4. wah, nggak sengaja nemu artikel ini. trims ya, bsai jd bahan saya yang mau mulai belajar dan baru mau beli violin :)

  5. halooo…
    thanks buat infonya…
    minta rekomen tempat kursus viola dong hehe.. kalo bs yg srg adain kegiatan gitu kaya konser,lomba,dll…
    thanks a lot ya hehehehe

    • sama2, christy.
      kalau boleh tahu, kamu domisilinya dimana? Berhubung saya kuliahnya di Bandung, dan nggak kursus viola secara khusus, jadi kurang tahu juga kalau di Bandung. Saya diajari teman yang kebetulan bisa main viola. Dan umumnya mereka privat. Kalau di Tangerang, ada sekolah musik YMJ di daerah Bumi Serpong Damai. Cukup terkenal dan bagus, pilihan alat musiknya banyak. Sering mengadakan konser juga, tapi agak mahal biayanya. Cuma itu yang saya tahu. Semoga membantu :D

  6. haloo salam kenal
    thax buat info nya sangat bermanfaat
    aku dari dulu pengen banget belajar cuma belom kesampean :(
    kapan2 ajain dong kunci dasarnya :)

    • salam kenal juga ardi,
      kalau ada teman yang punya alat musiknya, pinjam2 dulu saja sambil latihan sedikit-sedikit. Sebelum kursus musik biasanya saya ujicoba alatnya dulu, kira-kira cocok / tidak. baru kalau keputusannya sudah bulat, cari tempat kursus.

  7. Salam kenal
    melihat info viola yg suaranya anggun gto loh, saya jd trtarik mmbhsnya. Pas medleynya lagu dewa19 (roman picisan) mnggunakan viola ato violin???

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.